Mengejar Bahagia (1)

Ada mereka yang bahagia dengan mengikut nafsu, ada yang bahagia dengan mujahadah nafsu, ada yang bahgia dengan kenyang dan ada yang bahagia dengan kelaparan. Ada yang bahagia dengan bercakap, ada yang bahagia dengan diam, ada yang bahagia dengan rumah istana dan ada yang bahagia dengan rumah sederhana.

Ada yang bahagia bila popular, ada yang bahagia dengan tiada dikenali, ada yang bahagia dengan isterinya yang pandai memasak, ada yang bahagia dengan isterinya yang kuramg pandai memasak, ada yang bahagia dengan kereta mewah dan ada yang bahagia dengan kereta sederhana.

Usul kepada bahagia ialah bila insan dalam redha Allah. Adapun merasa bahagia walaupun jauh dari jalan Tuhan adalah tipu daya syaitan, yang bila-bila masa akan lenyap jua khayalan tersebut.

Adapun bagaimana caranya untuk mencapai kebahagiaan adalah perkara yang subjektif. Manusia tiada boleh takrifkan ia dalam neraca, bentuk atau cita rasa mereka semata, atau mendakwa jalan mereka sahaja boleh membawa bahagia.

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit.” (Thaha 123)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s