Bila Cinta Dunia Menguasai Jiwa

Dunia ini adalah tempat kepanasan dan kegelisahan, bagaikan berada dalam bakaran api. Siapa yang mencintai dunia maka ia telah meletakkan api di dalam jiwanya. Maka sifat api adalah panas, dan kejadian iblis juga dari unsur api. Mencintai dunia akan menjadikan hidup penuh kegelisahan, kesakitan, permusuhan, kebencian,dendam, takabur, riya’, tamak dan dengki. Kekayaan atau kemiskinan keduanya membawa kepanasan.

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

(( مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ

“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya).” (HR. Ibnu Majah, Ahmad, ad-Daarimi dan Ibnu Hibban)

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam “Igaatsatul Lahfaan” berkata, “Orang yang mencintai dunia (secara berlebihan) tidak akan lepas dari tiga (macam penderitaan): Kekalutan (fikiran) yang selalu menyertainya, kepayahan yang tiada henti, dan penyesalan yang tiada berakhir. Hal ini disebabkan orang yang mencintai dunia (secara berlebihan) jika telah mendapatkan sebahagian dari (harta benda) duniawi maka nafsunya (tidak pernah puas dan) terus bercita-cita mengejar yang lebih daripada itu, sebagaimana dalam hadits yang sahih Rasulullah ﷺ bersabda, “Seandainya seorang manusia memiliki dua lembah (yang berisi) harta (emas) maka dia pasti (bercita-cita) mencari lembah harta yang ketiga.” (HR. Bukhari & Muslim)

Maka siapa yang benar tauhid dan syariatnya, nescaya Allah akan menjadikan “api kehidupan” itu “sejuk dan sejahtera” pada hambaNya, sebagaimana yang berlaku dalam peristiwa Nabi Ibrahim (as) dibakar api Namrud.

1489648804_254_doa-untuk-suami-atau-anak-anak-yang-panas-baran-mohon-sebarkan-untuk-kebaikan-bersama

“Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan menjadi selamatlah atas Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69)

Pada hambaNya yang benar ini, seakan Allah menyatakan hal yang sama, “Wahai kepanasan dunia dan iblis serta kuncunya, duhai segala api yang berada pada segala senjata, duhai kemiskinan, duhai kekayaan, sejuklah engkau dan sejahterakanlah hambaKu ini.”

Maka tenang dan bahagia hamba itu dalam kehidupan ini walau api menyala di sekelilingnya kerana Allah memeliharanya dari segala mudarat lantaran benar penyerahan dirinya.

Maka tenang dan bahagia hamba itu dalam kehidupan ini walau api menyala di sekelilingnya kerana Allah memeliharanya dari segala mudarat lantaran benar penyerahan dirinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s